Harumkan TNI AD, Letkol Inf Yudhison Tarigan Menjadi Panelis Diskusi Kepemimpinan Militer Internasional di Australia
Australia, KabarSakti.com – Perwira Menengah TNI Angkatan Darat, Letkol Inf Yudhison Tarigan, S.Sos., MMDS., yang saat ini menjalani penugasan sebagai dosen pertukaran di Command and Staff College (Sesko) Australia, dipercaya menjadi salah satu panelis dalam diskusi kepemimpinan militer di lingkungan satuan tempur yang digelar pada Jumat, 6 November 2026, di Canberra, Australia.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Leadership Week dalam program Australian Command and Staff Course 2026. Forum ini diikuti sekitar 250 perwira siswa, termasuk 60 perwira siswa internasional dari berbagai negara, sehingga menjadi wadah strategis untuk bertukar pengalaman, gagasan, dan perspektif mengenai kepemimpinan militer dalam menghadapi tantangan tugas di masa depan.
Kepercayaan yang diberikan kepada Letkol Inf Yudhison Tarigan tidak terlepas dari rekam jejak dan pengalaman profesionalnya. Perwira yang pernah menjabat sebagai Danyonif Raider 900 pada tahun 2024 tersebut sebelumnya juga pernah meraih penghargaan bergengsi Overseas Course Member Prize saat mengikuti pendidikan Sesko di Australia pada tahun 2020. Prestasi dan kapabilitas tersebut menjadi salah satu modal penting hingga dirinya dipercaya kembali berkontribusi dalam lingkungan pendidikan militer Australia melalui penugasan sebagai dosen pertukaran.
Dalam diskusi panel tersebut, Letkol Inf Yudhison Tarigan menyampaikan pandangannya bahwa kepemimpinan militer yang efektif merupakan perpaduan antara capability (kemampuan) dan acceptability (penerimaan). Menurutnya, seorang pemimpin tidak cukup hanya memiliki kemampuan profesional dan kecakapan dalam mengambil keputusan, tetapi juga harus mampu membangun integritas, menumbuhkan kepercayaan (trust), serta memperkuat kerja sama tim (teamwork) di lingkungan satuan.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa hubungan antara pemimpin dan prajurit tidak semata-mata dibangun atas dasar hierarki kepangkatan maupun jabatan, melainkan harus dilandasi keteladanan, integritas, dan rasa saling menghormati. Hal tersebut menjadi faktor penting dalam membentuk soliditas dan efektivitas satuan tempur.
Menutup sesi diskusi, Letkol Inf Yudhison Tarigan memberikan refleksi mengenai makna penghormatan prajurit terhadap seorang pemimpin. “Bila prajurit menghormati seseorang HANYA karena pangkat dan jabatan yang lebih tinggi, itu tidaklah cukup untuk membangun satuan tempur yang efektif,” tegasnya.
Bagi Letkol Inf Yudhison Tarigan, penugasan sebagai dosen pertukaran di Australia bukan sekadar kesempatan untuk berbagi ilmu dan pengalaman, tetapi juga merupakan amanah, kepercayaan, sekaligus kehormatan untuk membawa nama baik TNI Angkatan Darat dan Indonesia di lingkungan pendidikan militer internasional.
Keikutsertaannya dalam forum tersebut sekaligus menunjukkan kontribusi perwira TNI AD dalam pertukaran pengetahuan dan pengembangan wawasan kepemimpinan militer di tingkat internasional, serta memperkuat hubungan dan kerja sama pendidikan militer antara Indonesia dan Australia. (Abucek)

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.