Tasikmalaya, KabarSakti.com – SMKN Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya, resmi menggelar kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027. Kegiatan yang dimulai sejak Rabu, 15 Juli 2026 ini direncanakan berlangsung selama lima hari ke depan. MPLS menjadi langkah awal bagi siswa baru untuk mengenal lingkungan serta budaya sekolah, sekaligus menanamkan karakter positif yang selaras dengan nilai-nilai pendidikan.

Tahun ini, kegiatan diikuti sebanyak 756 siswa baru yang akan menempati pembelajaran di 21 kelas.

Pembinaan dan pendampingan kegiatan turut melibatkan unsur dari Koramil 1217/Bantarkalong, Kodim 0612/Tasikmalaya. Kehadiran mereka memberikan wawasan serta keteladanan kedisiplinan, dengan pembagian tugas sebagai berikut:

Sertu Martyn Memimpin jalannya upacara pembukaan,
Sertu Agus Hambali Menyampaikan materi Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara, Serda Redi Rusliadi serta Serda Dendi Memberikan pelatihan Peraturan Baris Berbaris (PBB)

Menumbuhkan Jiwa Cinta Tanah Air
Penyampaian materi wawasan kebangsaan dan bela negara bertujuan menumbuhkan rasa cinta tanah air, memperkuat kesadaran berbangsa, serta membentuk karakter yang rela berkorban demi kepentingan bersama. Pemahaman ini sangat penting guna menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), mempertahankan nilai luhur Pancasila, serta menjamin keamanan bangsa dari berbagai bentuk ancaman.

Penerapan nilai-nilai tersebut diarahkan untuk:
Menjaga Keutuhan Negara: Mencegah perpecahan bangsa dan meredam paham sempit kedaerahan berlebihan.
Membangun Karakter: Membentuk sikap disiplin, berintegritas, serta memiliki jiwa kepemimpinan yang tangguh.
Memperkuat Ketahanan Nasional: Mempersiapkan warga negara mampu berkontribusi dalam pertahanan negara, baik secara fisik maupun non-fisik.

Melatih Disiplin Lewat Baris Berbaris
Materi Peraturan Baris Berbaris (PBB) merupakan sarana latihan fisik guna menanamkan kedisiplinan, rasa tanggung jawab, serta kekompakan tim. PBB dibagi menjadi dua kategori utama: gerakan di tempat dan gerakan berjalan, yang selalu diawali maupun diakhiri dengan aba-aba.

Dalam pelaksanaannya, terdapat tiga jenis aba-aba yang harus dipahami:

1. Aba-aba Petunjuk Menjelaskan maksud perintah, contoh: “Untuk perhatian”.
2. Aba-aba Peringatan Menyampaikan inti gerakan yang akan dilakukan, contoh: “Hadap kanan”.
3. Aba-aba Pelaksanaan Tanda saat gerakan dimulai, contoh: “Gerak!”, “Jalan!”, atau “Mulai!”.

Materi gerakan mencakup sikap sempurna, istirahat di tempat, hadap kanan/kiri, balik kanan, hingga lencang. Sedangkan untuk gerakan berpindah tempat dikenalkan standar langkah biasa, langkah tegap, hingga langkah lari dengan tempo dan ukuran langkah yang telah ditetapkan.

Fokus Pembentukan Karakter Positif
Selain materi yang terstruktur, kegiatan ini juga menanamkan kebiasaan hidup yang baik: bangun pagi, beribadah tepat waktu, berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi, gemar menuntut ilmu, aktif berkontribusi di masyarakat, hingga menjaga pola tidur yang teratur.

Kepala SMKN Bantarkalong, Drs. Agus Setiadi, M.Si., menegaskan makna mendalam dari kegiatan ini. Menurutnya, MPLS bukan sekadar rutinitas seremonial, melainkan momen emas untuk meletakkan pondasi karakter sejak hari pertama masuk sekolah.

“Melalui MPLS, kami ingin menanamkan semangat belajar dan perilaku positif sejak dini. Harapannya, siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepribadian dan karakter yang membanggakan,” ujarnya kepada awak media Kabar Sakti, Kamis, 16 Juli 2026.

Lebih lanjut ia menegaskan kepatuhan terhadap aturan resmi: “Kegiatan ini harus sampai kepada peserta didik dengan baik, sesuai instruksi Gubernur Jawa Barat, tanpa ada sedikitpun unsur perpeloncoan. Sampai saat ini, belum ada rencana kegiatan perkemahan tamu seperti kebiasaan pada pelaksanaan MPLS di masa lalu,” tegasnya.

Selain pendampingan dari unsur TNI, pelaksanaan turut didukung sepenuhnya oleh tenaga pendidik, serta dibantu oleh pengurus OSIS, MPK, dan perwakilan ekstrakurikuler seperti Pramuka, Paskibra, PKS, dan PMR. (Abucek)