Tasikmalaya, KabarSakti.com – Suasana hangat, khidmat, dan penuh kebersamaan menyelimuti Aula PEPABRI Kota Tasikmalaya dalam peringatan Hari Ulang Tahun ke-62 Persatuan Istri Purnawirawan (PERIP) Tahun 2026. Mengusung tema “Dengan Semangat Satya Bakti PERIP Terus Berkarya di Masa Purna,” acara ini menjadi bukti nyata bahwa pengabdian tidak pernah berakhir, meski masa dinas telah usai.

Rangkaian acara diawali dengan penyanyian lagu kebangsaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta kumandangkan Hymne dan Mars PERIP yang berkumandang penuh semangat. Dalam kesempatan itu, Ibu Entang memaparkan lintas sejarah panjang perjalanan organisasi, sementara Ketua Panitia, Ibu Endang, menyampaikan rasa syukur atas kekompakan seluruh anggota yang telah menyukseskan kegiatan ini.

Dalam sambutannya, Ketua PERIP Cabang Kota Tasikmalaya, Ibu Rita Ade Suherman, mengajak seluruh anggota untuk terus aktif dan kompak. Ia menegaskan bahwa masa purna tugas bukanlah titik akhir, melainkan peluang baru untuk tetap berkarya dan bermanfaat lewat kegiatan sosial dan kebersamaan.

Dukungan juga datang dari Ketua DPC PEPABRI Cabang Tasikmalaya, Bapak Ade Suherman, yang mengapresiasi konsistensi PERIP dalam menjaga persatuan, kekeluargaan, dan semangat nasionalisme di tengah masyarakat.

Momen puncak semangat hadir saat Ketua Dharma Pertiwi, Ny. Rima Mutia Imvan Ibrahim, S.Sos., memberikan sambutan. Dengan gaya yang hangat namun penuh motivasi, beliau mengajak para anggota untuk tidak berhenti berkegiatan.

“Jangan malas-malasan berkegiatan. Lihat beliau-beliau yang sudah purna tugas, tetap semangat. Usia boleh tua, tapi semangat harus tetap membara,” ujar Ny. Rima, yang langsung disambut tepuk tangan meriah dan antusiasme luar biasa dari seluruh hadirin, Senin 11 Mei 2026.

Pesan tersebut menjadi energi positif yang mengingatkan semua orang bahwa bertambahnya usia bukan penghalang untuk tetap produktif dan mengabdi. Kehadiran beliau dinilai mampu menyalakan kembali semangat kebersamaan dan jiwa pengabdian para anggota PERIP.

Acara semakin hidup dengan sesi tanya jawab interaktif seputar sejarah organisasi yang memunculkan suasana akrab dan penuh nostalgia. Kemeriahan bertambah saat para ibu-ibu PERIP menampilkan paduan suara dan drama musikal yang sarat pesan perjuangan dan kebersamaan, hingga menghadirkan suasana haru dan bangga bagi yang hadir.

Sebagai wujud rasa syukur dan kepedulian sosial, kegiatan ditutup dengan pemberian santunan, pemotongan tumpeng, serta ramah tamah yang makin mempererat tali silaturahmi.

Peringatan ini menjadi bukti nyata: di usia yang ke-62, PERIP tetap kokoh memegang teguh Satya Bakti. Usia boleh bertambah, namun semangat berkarya dan memberi manfaat bagi masyarakat tetap menyala tanpa batas. (Abucek)