Bukan Ambruk! Jembatan Gantung Pongpet Hanya Miring Akibat Beban Berlebihan: TNI AD Bersama PUPR Lakukan Perbaikan dan Evaluasi
Pangandaran, KabarSakti.com – Jembatan Gantung Pongpet di Dusun Margajaya, RT 01/12, Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, mengalami perubahan posisi atau miring saat prosesi peresmian pada Minggu, 30 Agustus 2026. Kejadian terjadi setelah lebih dari 50 orang melintas secara bersamaan, yang diduga melampaui kapasitas yang telah ditentukan, sehingga tali sling pada sisi kiri jembatan terlepas dari pengikat utama dan menyebabkan struktur jembatan menjadi miring.
Menyebarnya informasi yang menyebut jembatan “ambruk” perlu diluruskan. Faktanya, peristiwa tersebut bukan merupakan keruntuhan atau ambruknya keseluruhan struktur jembatan. Struktur utama jembatan tetap berada pada posisinya, sedangkan kendala terjadi pada tali sling sisi kiri yang terlepas dari sistem pengikat utama.
Sebelum digunakan, Kodim 0625/Pangandaran telah memberikan sosialisasi kepada masyarakat dan memasang papan pemberitahuan mengenai kapasitas serta ketentuan penggunaan jembatan. Namun, tingginya antusiasme warga setelah prosesi peresmian menyebabkan ketentuan tersebut tidak diindahkan. Peristiwa terjadi saat jajaran Forkopimda bersama masyarakat bergerak menuju lokasi acara setelah prosesi pengguntingan pita oleh Bupati Pangandaran Citra Pitriyami.
Pasca kejadian, Kodim 0625/Pangandaran bersama Dinas PUPR Kabupaten Pangandaran segera melakukan penanganan. Jembatan untuk sementara ditutup dan belum dibuka untuk masyarakat, serta sedang menjalani perbaikan dan evaluasi teknis guna memastikan keamanan dan kelayakan sebelum kembali digunakan.
Evaluasi mencakup pemeriksaan kekuatan struktur, sistem pengikat tali sling, serta peninjauan kembali kapasitas maksimal jembatan. Hasil evaluasi akan menjadi dasar untuk memastikan seluruh komponen konstruksi dalam kondisi aman sekaligus menyempurnakan pengaturan penggunaan jembatan ke depan.
Jembatan Gantung Pongpet dibangun oleh Kodim 0625/Pangandaran sebagai bagian dari upaya meningkatkan akses dan konektivitas masyarakat Desa Margacinta dan sekitarnya. Kehadirannya diharapkan dapat mendukung mobilitas serta aktivitas sosial dan ekonomi warga setelah seluruh proses perbaikan dinyatakan selesai dan aman.
TNI Angkatan Darat menegaskan penanganan dilakukan secara cepat dan terukur dengan mengutamakan keselamatan masyarakat. Pelurusan informasi ini disampaikan agar masyarakat memperoleh gambaran yang utuh mengenai kondisi dan penyebab kejadian, sehingga tidak terjadi penyesatan informasi maupun kesalahpahaman terhadap fakta yang sebenarnya terjadi di lapangan.
Langkah tersebut mencerminkan komitmen TNI AD untuk terus hadir bersama masyarakat, membantu mengatasi kesulitan di lapangan, serta memastikan setiap pembangunan yang dilaksanakan dapat memberikan manfaat dengan tetap mengutamakan aspek keamanan dan kelayakan penggunaannya. (Abucek)
Sumber: Dispenad

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.