Tasikmalaya, KabarSakti.com – Gurat lelah yang bertahun-tahun mengukir wajah warga Desa Parungponteng, Kecamatan Parungponteng, Kabupaten Tasikmalaya, seketika sirna. Air mata haru kini berganti senyum sumringah, disambut riuh tepuk tangan yang menandai dibukanya secara resmi program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun 2026.

Bagi ribuan warga di desa ini, kedatangan para prajurit TNI bukan sekadar seremoni militer. Ini adalah fajar baru yang mengakhiri penderitaan panjang, khususnya krisis air bersih yang selalu mencekik setiap kali musim kemarau tiba.

Selama berpuluh-puluh tahun, warga terpaksa menempuh perjalanan kaki hingga sejauh satu kilometer hanya demi mendapatkan setetes air. Bahkan yang didapat pun seringkali belum jernih. Namun, masa sulit itu kini berakhir. Air bersih kini berada di dekat mereka.

Kepala Desa Parungponteng, H. Entis Sutisna, menegaskan kehadiran TMMD ke-129 ini membawa berkah luar biasa bagi warganya, terutama yang selama ini kerap kesulitan air di musim kemarau.

“Kalau sudah kemarau, daerah kami ini luar biasa sulit mendapatkan air. Ribuan warga terpaksa berjalan kaki sejauh satu kilometer hanya untuk memikul air yang kondisinya pun masih keruh,” kenang H. Entis dengan penuh haru.

Kini, berkat sentuhan program TMMD, sumber air jernih akan mengalir dekat dengan pemukiman. Sebanyak lima titik sumur bor dibangunkan tepat di dekat sarana ibadah dan fasilitas umum yang mudah dijangkau warga.

Komandan Kodim 0612/Tasikmalaya, Letkol Czi M. Imvan Ibrahim, S.Sos., M.Han., mengungkapkan rasa syukurnya karena program ini menyentuh langsung kebutuhan yang paling mendesak bagi masyarakat.

“Alhamdulillah, tahun ini kami tidak hanya fokus membangun jalan. Kami mendengar jeritan masyarakat yang selalu kesulitan air bersih. Melalui TMMD ke-129 ini, kami mewujudkan impian mereka dengan membangun 5 titik sumur bor di daerah yang paling rawan kekeringan,” tegas Letkol Imvan, Rabu 15 Juli 2026.

Bangun Jalan Demi Buka Akses Ekonomi
Selama satu bulan ke depan, para prajurit akan melebur bersama warga, tinggal di tengah masyarakat, dan bahu-membahu menuntaskan seluruh sasaran kegiatan. Selain sumur bor, pembangunan jalan pun menjadi prioritas utama.

Sasaran fisik yang akan dikerjakan meliputi pembangunan jalan lapis penutup (semi hotmix) di Kampung Jambubarang, Kampung Nagrog, Kampung Pasirnete, dan Kampung Cililin, guna memperlancar akses perekonomian warga. Selain itu dibangun pula Tembok Penahan Tanah (TPT) sepanjang koridor Kampung Pamegatan hingga Kampung Situ, serta rehabilitasi 5 unit Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).

Sementara untuk program non-fisik, warga akan dibekali dengan penyuluhan wawasan kebangsaan, edukasi kesehatan, ketahanan pangan dan pertanian, hingga pendidikan bela negara guna membentengi karakter generasi muda desa.

Mendorong Desa Berkembang Menuju Mandiri
Asisten Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesra (Asda 1) Kabupaten Tasikmalaya, Dr. H. Rubi Azhara, menjelaskan bahwa terpilihnya Parungponteng sebagai lokasi TMMD telah melalui pertimbangan matang. Desa ini dinilai memiliki potensi besar, namun masih terhambat keterbatasan infrastruktur.

“Saat ini status Parungponteng masih sebagai desa berkembang. Melalui TMMD ini, kami ingin memacu percepatan pembangunan agar desa ini bisa segera naik kelas, menjadi desa maju bahkan desa mandiri,” ujar Rubi Azhara.

Ia pun memuji kekuatan gotong royong warga. “Kemanunggalan antara TNI, pemerintah daerah, elemen masyarakat, dan warga adalah kunci. Semua harus bahu-membahu agar pembangunan berjalan sukses dan bermanfaat,” tambahnya.

Acara pembukaan yang berpusat di Lapangan Desa Parungponteng ini dibuka secara resmi oleh Asda 1 Kabupaten Tasikmalaya, Dr. H. Rubi Azhara, mewakili Bupati Tasikmalaya. Turut menyaksikan langsung Komandan Korem 062/Tarumanegara, Kolonel Inf Dadi Sutandi, S.E., M.M., serta para Komandan Kodim se-wilayah Priangan Timur.

Suasana berlangsung begitu hangat dan kental dengan kearifan lokal. Sebagai wujud syukur, warga secara swadaya mendirikan “Warung Amal”, sekaligus digelar pengobatan massal gratis, pembagian santunan, hingga pelayanan perekaman data kependudukan bagi warga. (Abucek)