Bandung, KabarSakti.com – Keluarga Besar Tengah Imah menyampaikan duka cita dan belasungkawa mendalam atas peristiwa berdarah di Pasar Induk Caringin yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa. Peristiwa tersebut juga menyisakan duka mendalam bagi Keluarga Besar AMS yang kehilangan dua anggotanya.
Dalam pernyataan sikapnya, Keluarga Besar Tengah Imah menyampaikan simpati yang tulus kepada seluruh keluarga korban yang ditinggalkan. Mereka berdoa agar keluarga yang tengah berduka diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan dalam menghadapi musibah ini.
Keluarga Besar Tengah Imah juga memberikan apresiasi kepada jajaran kepolisian atas gerak cepat dan keseriusan dalam menangani perkara tersebut. Langkah kepolisian yang telah mengamankan sejumlah terduga pelaku dinilai sebagai langkah penting dalam proses pengungkapan kasus.
Mereka menegaskan komitmen untuk terus mengawal dan mendukung upaya aparat penegak hukum agar perkara ini diungkap secara menyeluruh, profesional, dan transparan. Tak hanya itu, Keluarga Besar Tengah Imah juga meminta penyidik untuk mendalami kemungkinan adanya aktor intelektual di balik peristiwa berdarah tersebut. Seluruh pihak yang terbukti bertanggung jawab, diharapkan diproses sesuai hukum yang berlaku.
Keluarga Besar Tengah Imah menilai pasar bukan sekadar pusat perdagangan, melainkan tempat bergantungnya kehidupan banyak orang. Pedagang, pekerja, dan masyarakat luas mencari nafkah di kawasan tersebut. Oleh karena itu, aspek keamanan, ketertiban, pengawasan, dan tata kelola pasar harus mendapat perhatian serius dari semua pihak terkait.
Evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan dan keamanan pasar dinilai sangat penting agar peristiwa serupa tidak terulang lagi. Langkah konkret diperlukan agar Pasar Induk Caringin kembali menjadi tempat beraktivitas yang aman, tertib, dan kondusif bagi semua orang.
Mereka juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas konflik antarsesama anak bangsa yang berujung pada hilangnya nyawa. Tragedi ini harus menjadi momen evaluasi bersama untuk mengidentifikasi akar masalah, mulai dari lemahnya komunikasi, kesalahpahaman, hingga persoalan sistemik dalam pengelolaan pasar.
Keluarga Besar Tengah Imah mengajak masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, dan memberi kesempatan kepada aparat penegak hukum menjalankan tugasnya secara profesional. Sinergi antara kepolisian, pemerintah, pengelola pasar, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat sangat diperlukan untuk mencegah gesekan antarkelompok dan menyelesaikan persoalan secara damai.
Penegakan hukum terhadap pihak yang bersalah harus berjalan beriringan dengan pembenahan sistem keamanan dan tata kelola pasar. Keadilan bagi korban dan kepastian hukum bagi keluarga yang ditinggalkan adalah hak yang harus dipenuhi.
“Tragedi ini hendaknya menjadi pelajaran bersama. Setiap persoalan harus diselesaikan melalui komunikasi, musyawarah, dan jalur hukum bukan dengan kekerasan yang merenggut nyawa,” tegas pernyataan tersebut, Kamis 29 Oktober 2026.
Keluarga Besar Tengah Imah berharap pengungkapan kasus ini tidak berhenti pada penangkapan pelaku langsung, tetapi mampu mengungkap seluruh fakta dan pihak yang bertanggung jawab secara utuh. Semoga keamanan dan kedamaian segera terwujud kembali di Pasar Induk Caringin. (Abucek)
