Kabarsakti.com

Klarifikasi Dapur MBG Taznanizam: Pemilik Mohon Maaf, Janji Segera Benahi Masalah Limbah

Tasikmalaya, KabarSakti.com – Kepala Desa Cilolohan, Kecamatan Tanjungjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Mumung, mengundang pemilik dapur dan Kepala SPPI Taznanizam untuk melakukan klarifikasi terkait sejumlah pengaduan masyarakat, terutama masalah limbah cair yang mencemari saluran irigasi. Pertemuan berlangsung di kediaman Iwan, warga Kampung Sukagalih, Desa Cilolohan, pada Rabu, 14 Oktober 2026.

Kegiatan dihadiri oleh Kades Cilolohan yang didampingi pengurus BPD, Ketua RW, Ketua RT, serta tokoh masyarakat setempat. Dari pihak dapur hadir pemilik sekaligus mitra dapur MBG, H. Fahmi, Kepala SPPI Tubagus, dan Aris.

Dalam pembukanya, Kades Mumung menyampaikan dua keluhan utama warga. Pertama, masalah limbah cair yang mencemari saluran irigasi dan lingkungan sekitar. Kedua, kebijakan rekrutmen relawan yang dinilai tidak mengutamakan warga setempat.

“Bahkan saya juga merasa tidak dihargai oleh pemilik dapur MBG. Jangankan meminta izin, koordinasi pun tidak ada. Ketika ada masalah seperti sekarang, kepala desa justru dituntut harus terlibat,” ungkapnya, Rabu 14 Oktober 2026.

Kades menegaskan agar pihak dapur segera menangani masalah limbah secara serius. “Jangan sampai masyarakat pemilik sawah dan kolam ikan menanggung kerugian akibat dampaknya. Begitupun masalah lainnya, rekrutmen relawan, ketertiban, dan keamanan di lingkungan dapur harus menjadi prioritas,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua RW, Susi, menyampaikan banyaknya keluhan yang diterima dari warga. “Saya meminta pengelola dapur MBG untuk tertib dan sopan di lingkungan. Parkir kendaraan jangan sembarangan tanpa izin, dan jangan berisik pada malam hari, karena warga merasa terganggu. Jangan menunggu terjadi aksi demo seperti yang pernah terjadi sebelumnya,” tegasnya.

Pemilik dapur, H. Fahmi, mengucapkan terima kasih atas undangan klarifikasi sekaligus memohon maaf kepada warga dan pemerintah desa atas kelalaian yang terjadi.

“Saya memohon maaf. Kronologisnya, saya meminta bantuan pihak lain untuk mencari bangunan dan mengurus perizinan di Cilolohan, sehingga saya kurang memahami kondisi langsung di lapangan. Begitupun perekrutan relawan, hal tersebut sudah saya percayakan kepada pihak yang ditunjuk,” jelasnya.

H. Fahmi juga menyampaikan bahwa masalah pengelolaan limbah bukan hanya terjadi di dapur Taznanizam, melainkan juga di beberapa dapur lain yang berada di bawah naungan yayasan yang sama. “Jika di kemudian hari ada warga yang merasa dirugikan akibat limbah, saya siap bertanggung jawab. Segala perbaikan akan segera dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku,” janjinya.

Kepala SPPI Taznanizam, Tubagus, menjelaskan bahwa saat ditugaskan oleh BGN, daftar 47 orang relawan sudah lengkap dan tidak ada instruksi untuk melakukan seleksi ulang. “Saya tidak mengetahui siapa yang memiliki wewenang dalam proses perekrutan tersebut,” tambahnya.

Tokoh masyarakat, Iwan, meminta pihak dapur segera membersihkan limbah yang terlihat menggumpal, berbusa, dan berbau menyengat. “Sebelum musim hujan tiba, limbah harus ditangani dengan benar. Kalau tidak, dikhawatirkan akan terbawa ke sawah dan kolam ikan warga, sekaligus berdampak buruk bagi kesehatan. Masalah relawan juga harus segera dicarikan solusinya,” ujarnya.

Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan, di mana pihak dapur berkomitmen segera menindaklanjuti seluruh temuan. Warga menyatakan akan menunggu realisasinya. Di sisi lain, masyarakat tetap mendukung Program Makan Bergizi Gratis Presiden RI Prabowo Subianto, berharap program ini tetap berjalan baik, tertib, dan bermanfaat bagi masyarakat luas. (Red)

Exit mobile version