Jakarta, KabarSakti.com – Sekretaris Jenderal DPP APKLI Merah Putih, Saiful Chaniago, menyatakan optimisme penuh bahwa kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto mampu mewujudkan target pertumbuhan ekonomi 8 persen melalui penguatan ekonomi kerakyatan yang kini telah berjalan secara nyata dan revolusioner.

Pernyataan ini disampaikan menjelang pelantikan Pengurus Pusat APKLI Merah Putih yang akan digelar pada 17 Oktober 2026 di Jakarta, dengan tema: “APKLI Merah Putih Bersama UKM PKL Indonesia Wujudkan Ekonomi Tumbuh 8% Presiden Prabowo Subianto”.

“Kami melihat, merasakan, dan terlibat langsung. Program ekonomi kerakyatan Presiden Prabowo bukan wacana, sudah jalan, sudah dirasakan PKL dan UMKM. Karena itu kami optimis 8 persen pasti tercapai,” tegas Saiful di Jakarta, Sabtu 20 September 2026.

Ia memaparkan empat pilar ekonomi kerakyatan yang menjadi bukti nyata di lapangan:

Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Disebut sebagai revolusi ekonomi kerakyatan terbesar dengan perputaran anggaran hingga Rp 400 triliun per tahun yang langsung mengalir ke desa-desa. Telur, ayam, dan sayur dibeli dari peternak dan petani lokal; pengolahannya melibatkan UMKM kuliner serta PKL. Anak mendapat gizi, ekonomi rakyat bergerak, angka stunting turun, dampaknya menyumbang 0,5-1 persen pertumbuhan ekonomi.

Kampung Nelayan Merah Putih
Mengembalikan kedaulatan laut kepada rakyat. Nelayan mendapatkan kapal, cold storage, akses BBM, dan modal melalui Koperasi Merah Putih, serta rantai pasok langsung ke pasar rakyat dan program MBG.

Koperasi Desa Merah Putih (KDMP)
Memutus rantai rentenir dan praktik ijon yang menjerat PKL-UMKM. Fokus pada kredit produktif sesuai arahan Menteri Koperasi Ferry Yuliantono, modal untuk gerobak, kompor, kulkas dagang dengan bunga terjangkau.
“Selama ini PKL pinjam ke rentenir bunga 20 persen sebulan. KDMP bukan kredit konsumtif, melainkan produktif yang mampu menaikkan omzet 2-3 kali lipat,” ujar Saiful.

Kebijakan Pendukung Lainnya
Pembentukan Badan Penerimaan Negara (BPN) RI untuk melipatgandakan penerimaan negara; program Sekolah Rakyat bagi anak-anak keluarga PKL-UMKM; serta Program 3 Juta Rumah Rakyat yang melibatkan tukang, kuli bangunan, hingga warung material kecil.

Saiful menegaskan pelantikan Pengurus Pusat APKLI Merah Putih di bawah Ketua Umum dr. Ali Mahsun ATMO pada 17 Oktober mendatang, yang dihadiri pimpinan wilayah dan cabang se-Indonesia, adalah bukti kesiapan organisasi menjadi garda depan penggerak ekonomi kerakyatan.

“Jika ekonomi rakyat kuat, daya beli naik, warung laku, PKL sejahtera, maka pertumbuhan 8 persen bukan sekadar angka, melainkan kesejahteraan yang dirasakan 270 juta rakyat Indonesia. Bersama Presiden Prabowo, kita wujudkan Indonesia Emas 2045,” pungkasnya. (Abucek)