Bekasi, KabarSakti.com – Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., melaporkan capaian besar pembangunan infrastruktur TNI Angkatan Darat kepada Presiden RI Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto melalui sambungan video konferensi. Momen ini bertepatan dengan peresmian Jembatan Garuda ke-2.500 dan titik air bersih ke-3.000 yang dipusatkan di Desa Ridomanah, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Kamis 13 Agustus 2026.
Dalam paparannya, Kasad menyampaikan bahwa TNI AD telah mengerjakan total 3.008 jembatan, di mana 2.500 unit telah selesai dibangun dan 508 lainnya masih dalam proses pengerjaan. Pembangunan ini telah membuka akses bagi 7.807 desa, 9.008 satuan pendidikan, 4.502 fasilitas kesehatan, serta 4.618 fasilitas ekonomi, yang bermanfaat bagi sekitar 4,5 juta jiwa.
“Per hari ini kita meresmikan jembatan ke-2.500. Pembangunan berjalan bertahap, setiap harinya bisa puluhan hingga mendekati seratus unit diselesaikan di berbagai wilayah,” jelas Kasad.
Sebanyak 798 jembatan di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat juga menjadi prioritas untuk pemulihan pascabencana. TNI AD menargetkan hingga akhir tahun nanti, minimal 5.000 jembatan telah rampung dibangun di seluruh pelosok negeri.
Air Bersih dan Ketahanan Pangan
Untuk penyediaan air bersih, dalam kurun waktu lima tahun terakhir telah dibangun 10.912 titik, termasuk 5.797 sumur bor. Sejak mendapat dukungan Presiden, pembangunan dipercepat dan hingga Agustus 2026 telah rampung 3.000 titik air bersih. Titik ke-3.000 berlokasi di Sumenep, sementara pengeboran di Gunungsitoli mencapai kedalaman 180 meter dan melayani 231 kepala keluarga.
“Januari hingga Agustus ini saja sudah selesai 3.000 dari 3.232 titik yang dikerjakan. Target jembatan minimal 5.000 unit di akhir tahun Insya Allah tercapai,” tegas Kasad yang juga memegang mandat Komandan Satgas Jembatan.
Di sektor ketahanan pangan, TNI AD telah menyediakan akses irigasi bagi 83.150 hektare lahan tadah hujan, ditambah 445 titik irigasi baru yang akan mengairi 16.970 hektare. Secara keseluruhan, program ini menargetkan pengairan bagi 100.120 hektare lahan, berpotensi memungkinkan petani panen hingga tiga kali setahun dan menambah produksi gabah sekitar 1,5 juta ton per tahun.
Kasad menegaskan seluruh pembangunan ini adalah wujud dukungan nyata TNI AD bagi pemerintah dan kesejahteraan rakyat. Ia juga mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat yang menyertai setiap tahapan pekerjaan. “Gotong royong membuat masyarakat merasa memiliki hasil pembangunan, dan antusiasme rakyat di seluruh Indonesia sangat luar biasa,” ujarnya.
Apresiasi Presiden
Merespons laporan tersebut, Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi tinggi. Presiden mengungkapkan telah memantau kinerja dan inisiatif Jenderal Maruli sejak lama.
“Sejak sebelum menjabat Kasad, saya sudah melihat inisiatif-inisiatif baik yang Bapak lakukan. Jabatan tinggi yang diemban saat ini pantas diraih atas karya dan pengabdian yang nyata. Pengabdian seorang prajurit pada akhirnya akan selalu dicatat dan diingat oleh masyarakat,” puji Presiden. (Abucek)
