Kabarsakti.com

Syukuran Sarat Makna! Sukses Bentengi Area dan Cor Jalan TPU Sindangkerta: Komunitas Peduli Kematian Menanti Kehadiran Ambulans

Tasikmalaya, KabarSakti.com – Setelah lelah berpeluh bahu-membahu menyelesaikan penembokan area dan pengecoran jalan akses sepanjang 500 meter menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Sindangkerta, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Komunitas Peduli Kematian (KPK) beserta warga menggelar syukuran sederhana namun sarat makna.

Di bawah pimpinan Adik Hendiana, seluruh pekerjaan itu tuntas bukan dari bantuan yang datang dari jauh, melainkan murni dari keringat, kesadaran, dan swadaya masyarakat sendiri. Tanpa menunggu janji atau bantuan pihak lain, warga bergotong royong demi memuluskan jalan terakhir bagi warga yang berpulang ke Rahmatullah.

Suasana syukuran terasa hangat dan penuh kekeluargaan. Hadir bersama di sana unsur Forkopimcam Cipatujah, tokoh agama, tokoh masyarakat, para pemuda, hingga warga biasa yang turut meringankan beban sesama. Semangat persaudaraan yang terjalin sungguh menjadi teladan yang menyejukkan hati.

Diketahui, Komunitas Peduli Kematian ini telah berjalan selama 9 tahun lamanya, bermarkas di Kampung Cisaat 1. Selama hampir satu dasawarsa itu, mereka senantiasa mengabdikan diri pada hal yang sering kali dilupakan banyak orang: merawat jenazah, mengurus pemakaman, hingga mendampingi keluarga yang berduka, serta sigap menolong saat bencana datang. Di saat orang lain mungkin menjauh dari urusan kematian, merekalah yang mendekat dengan penuh ketulusan tanpa henti.

Kehadiran mereka yang sudah bertahun-tahun setia melayani itu benar-benar terasa berharga bagi warga. Andri, salah satu warga setempat, mengungkapkan rasa syukur yang mendalam kepada awak media Kabar Sakti, Senin malam 13 Juli 2026.

“Alhamdulillah, betapa terbantunya kami di sini berkat kehadiran KPK yang sudah bertahan dan berbakti selama ini. Tidak ada kata yang cukup untuk menggambarkan rasa terima kasih kami. Semoga langkah mulia mereka senantiasa diberkahi dan semakin berkembang untuk melayani sesama,” ucapnya dengan nada haru.

Namun, di balik ketulusan pengabdian yang sudah berjalan hampir satu dasawarsa itu, tersimpan satu harapan besar yang masih menggantung. Agar pelayanan yang mereka berikan bisa menjangkau lebih jauh dan lebih cepat, keberadaan satu unit mobil ambulans menjadi kebutuhan yang sangat mendesak.

“Sering kali kami terbatas sarana untuk membawa pasien atau mengantar jenazah dari tempat yang jauh. Jika kami memiliki ambulans, niscaya pertolongan bisa datang lebih cepat, lebih layak, dan bisa menjangkau desa-desa yang sulit dijangkau,” ungkap Adik Hendiana dengan penuh harap saat ditemui.

Ia pun menaruh harapan besar kepada Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, hingga Pemerintah Pusat. Kiranya langkah pengabdian tulus yang sudah berjalan bertahun-tahun ini diperhatikan dan dibantu.

“Satu unit ambulans yang diberikan bukan sekadar kendaraan bagi kami. Itu adalah nyawa bagi mereka yang menolong dan bagi mereka yang ditolong. Dukungan itu akan sangat berharga, agar kami bisa terus setia melayani masyarakat hingga titik terjauh,” pungkasnya lembut namun tegas. (Abucek)

Exit mobile version