Kabarsakti.com

Rangkaian HUT ke 80 Bhayangkara: Kolaborasi Hijau#85 Gerakkan Aksi Nyata Pelestarian Alam

Garut, KabarSakti.com – Banyak kegiatan penghijauan kerap berhenti pada seremoni penanaman pohon. Semangat berbeda justru ditunjukkan dalam Aksi Kolaborasi Hijau#85 yang digelar di Bukit Cinta Kembar, Desa Mekarjaya, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Rabu 8 Juli 2026. Masih dalam momentum peringatan HUT Bhayangkara ke-80, kegiatan ini menegaskan: menanam hanyalah langkah awal, sedangkan merawat adalah wujud tanggung jawab yang sesungguhnya.

Kolaborasi yang diprakarsai Polsek Cikajang bersama Paguyuban Kolaborasi Hijau Garut ini diikuti lebih dari 30 peserta, meliputi unsur Forkopimcam, relawan lingkungan, hingga anak-anak usia dini. Keterlibatan mereka sengaja dirancang sebagai bagian dari pendidikan karakter berbasis lingkungan.

Hadir dalam kegiatan Kapolsek Cikajang AKP Patri Arsono, S.H., Camat Cikajang Riyana Tasripin, S.Sos., Bamin Komsos Koramil 1116/Cikajang Sertu Itwan, Sekretaris Kecamatan, Kasi Trantib, Ketua Paguyuban Kolaborasi Hijau Garut H. Jaeni, serta seluruh relawan.

Berbeda dengan penghijauan umumnya, aksi ini tak hanya menanam bibit beringin, ganitri, dan kamper, tetapi juga fokus pada pemeliharaan tanaman yang sudah ada. Peserta bergotong royong memupuk, membersihkan gulma, dan memastikan setiap pohon memiliki ruang tumbuh yang layak.

Ketua Paguyuban Kolaborasi Hijau Garut, H. Jaeni, menegaskan keberhasilan penghijauan tidak diukur dari jumlah bibit yang tertanam, melainkan dari berapa pohon yang tumbuh hingga dewasa.
“Indonesia tidak kekurangan orang yang menanam pohon. Yang dibutuhkan adalah mereka yang bersedia kembali merawatnya. Pohon yang hidup adalah keberhasilan; pohon yang mati adalah pengingat komitmen belum selesai,” tegasnya.

Momentum HUT Bhayangkara ke-80 dimaknai pula sebagai pengabdian Polri yang tak hanya menjaga keamanan, tetapi juga keberlanjutan lingkungan. Kapolsek Cikajang AKP Patri Arsono menyatakan menjaga alam adalah bagian menjaga kehidupan masyarakat.
“Keamanan bukan hanya soal ketertiban, melainkan keberlangsungan sumber kehidupan. Jika hutan terjaga, mata air mengalir, dan masyarakat pun merasakan manfaatnya. Inilah wujud pengabdian yang kami hadirkan,” ujarnya.

Salah satu pemandangan paling menyentuh adalah keterlibatan anak-anak usia dini yang ikut memegang bibit, menyiram, dan menyaksikan langsung proses penanaman. Kehadiran mereka menjadi bukti pelestarian tak cukup lewat kata, harus dialami secara nyata.

Camat Cikajang Riyana Tasripin menambahkan pendidikan karakter lewat sentuhan langsung dengan alam akan membentuk generasi yang bertanggung jawab terhadap lingkungan sejak dini.

Kegiatan ditutup dengan makan bersama di puncak Bukit Cinta Kembar, mempererat kebersamaan setelah menjaga kawasan konservasi. Kesederhanaan ini menggambarkan pelestarian alam adalah tugas bersama, melampaui batas profesi, usia, maupun jabatan.

Lewat Kolaborasi Hijau#85, Polsek Cikajang, Forkopimcam, dan Paguyuban Kolaborasi Hijau Garut ingin meninggalkan pesan kuat: peringatan HUT Bhayangkara bukan seremoni semata, melainkan warisan nyata berupa pohon yang tumbuh, hutan yang lestari, dan generasi yang peduli bumi.

Hari ini kami menanam pohon. Besok pohon itu menjaga mata air. Kelak, anak-anak yang menanam hari ini akan menjadi penjaga Indonesia. (Abucek)

Exit mobile version