Tasikmalaya, KabarSakti.com – Suasana di dalam Aula Pondok Pesantren Sulalatul Huda, Kelurahan Paseh, Kota Tasikmalaya, pada Jumat siang, 26 Juni 2026, terasa begitu hangat dan penuh ketenangan. Ribuan pasang mata yang menyimpan kerinduan mendalam pada sosok ayah dan ibu, hari ini berkaca-kaca bukan karena kesedihan, melainkan luapan rasa syukur dan kebahagiaan.

Memanfaatkan momentum sakral Tahun Baru Islam 1448 Hijriyah, digelar gerakan kemanusiaan bernama “Berbagi Bersama Anak Negeri”. Sebanyak 1.100 anak yatim dan yatim piatu yang berasal dari wilayah Kota Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya, hingga Kabupaten Ciamis dikumpulkan untuk merasakan kasih sayang dan perhatian dari para dermawan yang hadir sebagai pengganti sosok orang tua mereka.

Kegiatan mulia ini terwujud berkat sinergi yang apik antara Gandara Group, Sahabat Ryano, unsur dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Batalyon Infanteri Teritorial dan Pembangunan (Yonif TP) 939/Macan Putih, serta para alim ulama di Kota Tasikmalaya.

Getaran Doa dan Lantunan Ayat Suci Menyentuh Hati

Acara yang penuh makna ini dibuka dengan suasana khidmat. Isak haru sempat terdengar saat doa bersama dipanjatkan untuk mendoakan arwah orang tua anak-anak yang telah mendahului. Suasana kian syahdu dan menyentuh jiwa ketika lantunan Mahalul Qiyam dikumandangkan secara bersama-sama, sebelum dilanjutkan dengan pembagian ratusan bingkisan dan santunan.

Momen ini terasa semakin istimewa dengan kehadiran dua qari terbaik nasional, yaitu KH Abdul Jabar dan KH Abdul Jalal. Lantunan ayat suci Al-Qur’an yang mereka bacakan dengan merdu menjadi penyejuk hati dan penguat iman bagi seluruh hadirin yang berkumpul.

Ketua Majelis Ulama Indonesia Kota Tasikmalaya sekaligus Pimpinan Pondok Pesantren Sulalatul Huda, KH Muhammad Aminudin Bustomi, mengungkapkan rasa syukurnya. “Alhamdulillah, di momentum yang penuh berkah ini, kami dapat berbagi kebahagiaan dengan 1.100 anak yatim dan yatim piatu dari Tasikmalaya hingga Ciamis. Semoga bantuan yang diberikan ini menjadi berkah dan benar-benar bermanfaat bagi masa depan mereka,” ujarnya dengan tulus.

Pesan Motivasi: “Bukan Pilihan Lahir, Tapi Pilihan Menjadi Apa”

Hadir langsung dalam kegiatan, Pendiri Sahabat Ryano yang juga menjabat sebagai Ketua Umum DPP KNPI, Muhammad Ryano Panjaitan, memberikan semangat dan motivasi kepada para anak yatim. Ia menegaskan bahwa status yatim bukanlah penghalang, melainkan awal dari sebuah perjuangan.

“Kita memang tidak bisa memilih dari siapa dan di mana kita dilahirkan. Namun, kita memiliki hak penuh untuk menentukan ingin menjadi apa di masa depan. Kuncinya adalah rajin belajar dan terus mengembangkan diri, karena Allah SWT berjanji akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu,” tegasnya dengan nada hangat.

Ia juga mengajak mereka untuk berani bermimpi setinggi langit. “Pola pikir yang besar akan melahirkan pribadi yang hebat. Semoga kelak dari pesantren ini lahir pengusaha sukses seperti H. Cahya Gandara, ulama yang dikagumi seperti KH Aminudin Bustomi, maupun perwira TNI yang berbakti seperti Letkol Deddy Setya Wijaya,” harapnya.

Kolaborasi Tanpa Batas, Wujudkan 20 Aksi dalam 3 Bulan

Sinergi dalam kegiatan ini mendapat apresiasi tinggi dari Komandan Yonif TP 939/Macan Putih, Letkol Deddy Setya Wijaya. Baginya, aksi sosial ini adalah bukti nyata keindahan kerja sama antara pihak swasta, pemerintah, pemuda, TNI, dan tokoh agama.

Menariknya, Letkol Deddy menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan aksi kemanusiaan ke-20 yang dilaksanakan dalam kurun waktu hanya tiga bulan sejak ia bertugas di Tasikmalaya.

“Baru tiga bulan bertugas di sini, kami sudah melaksanakan 20 kegiatan bakti sosial. Ini sungguh luar biasa. Tanpa kerja sama yang baik dengan Gandara Group dan pihak lain, tentu hal ini tidak akan terwujud,” ujarnya.

Ia juga memberikan semangat kepada anak-anak agar tidak berkecil hati. “Jangan pernah merasa kurang. Banyak prajurit TNI yang dulunya juga yatim, namun berhasil meraih kesuksesan. Gantungkan cita-cita setinggi langit, iringi dengan doa, dan teruslah melangkah maju,” pesannya.

Putus Rantai Kesedihan, Teruskan Rantai Kebaikan

Sementara itu, Pemilik Gandara Group, H. Cahya Gandara, menyatakan bahwa menjaga dan memperhatikan anak yatim adalah tanggung jawab moral bersama. Mereka yang kehilangan orang tua membutuhkan dukungan agar tidak merasa sendirian.

“Kami hanya ingin melihat mereka tersenyum dan meraih kesuksesan. Harapan kami, kelak saat mereka tumbuh dewasa dan berhasil, mereka akan melanjutkan estafet kebaikan ini menjadi orang yang peduli dan berbagi dengan sesama yang membutuhkan,” pungkasnya.

Melalui momen Tahun Baru Islam 1448 Hijriyah ini, kerja sama berbagai pihak telah menanam benih harapan di hati 1.100 anak negeri. Sebuah bukti nyata bahwa kepedulian yang tulus mampu mengubah rasa kesepian menjadi semangat menuju masa depan yang cerah. (Abucek)