Garut, KabarSakti.com – Tingginya intensitas hujan belakangan ini membuat risiko tanah longsor dan luapan air sungai semakin mengintai berbagai wilayah. Menanggapi hal tersebut, Paguyuban Kolaborasi Hijau Garut kembali menggelar aksi nyata ke-66 di Blok Gunung Congkrang, Lahan HGU PTPN 1 Regional 2 Kebun Cisaruni, Kampung Ciarileu, Desa Mekarjaya, Kecamatan Cikajang, Sabtu 11 April 2026.

Mengusung tema Merawat Alam, Merawat Kehidupan,” kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan respons cepat terhadap ancaman bencana ekologis yang semakin nyata. Tim melakukan perawatan tanaman serta penanaman pohon beringin, pohon liat, dan berbagai jenis tanaman buah untuk memperkuat struktur tanah dan daya dukung lingkungan.

Sekretaris Paguyuban Kolaborasi Hijau Garut, Cepi Gantina, menekankan bahwa kondisi alam saat ini membutuhkan perhatian serius dan tindakan nyata.

“Curah hujan yang tinggi memicu seringnya longsor dan naiknya debit air. Ini peringatan keras bagi kita semua. Solusi jangka panjangnya adalah dengan memperbanyak vegetasi agar tanah lebih stabil dan air bisa terserap dengan baik,” jelas Cepi.

Ia menambahkan, pohon-pohon besar seperti beringin memiliki peran vital dalam mengikat tanah sehingga mampu meminimalisir potensi bencana hidrometeorologi.

Aksi ini dipimpin langsung oleh Ketua Paguyuban, H. Jaeni, beserta jajaran pengurus yang terus konsisten menjaga kelestarian lingkungan di kawasan Gunung Congkrang.

Bagi Kolaborasi Hijau, menjaga alam bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendesak. Upaya yang dilakukan hari ini diharapkan menjadi investasi masa depan demi melindungi kehidupan dari ancaman bencana yang semakin sering terjadi. (Abucek)