Kabarsakti.com

Letjen TNI Mohammad Fadjar: Jenderal Intelektual Pakar Intelejen yang Kini Menahkodai Kostrad

Jakarta, KabarSakti.com – Dunia militer Indonesia kembali menghadirkan sosok pemimpin berkelas dalam diri Mohammad Fadjar. Perwira tinggi lulusan Akademi Militer 1993 ini resmi dipercaya mengemban jabatan sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad). Penunjukan tersebut menegaskan posisinya sebagai salah satu jenderal paling potensial di generasinya.

Dengan pengalaman panjang di dunia militer serta kemampuan intelektual yang kuat, Letjen Fadjar diharapkan mampu memperkuat kesiapan tempur dan strategi pertahanan TNI Angkatan Darat di tengah dinamika ancaman global yang terus berkembang.

Yang membuat Letjen Mohammad Fadjar menonjol adalah latar belakang akademisnya yang mengesankan. Di balik baret merah pasukan elit Komando Pasukan Khusus (Kopassus), ia juga dikenal sebagai perwira yang memiliki kemampuan analisis strategis yang tajam.

Ia meraih gelar Master (S-2) di bidang Policing, Intelligence and Counter-Terrorism dari Macquarie University di Sydney, Australia. Keahlian ini membekalinya dengan pemahaman mendalam mengenai intelijen, pola terorisme internasional, serta dinamika geopolitik global.

Dengan latar belakang tersebut, Letjen Fadjar kerap disebut sebagai salah satu “jenderal intelektual” di tubuh TNI.

Karier militernya merupakan perpaduan antara pengalaman tempur di lapangan dan kepercayaan pada posisi strategis. Ia pernah terlibat dalam operasi militer di Timor Timur, sebuah pengalaman yang membentuk ketangguhan dan kepemimpinannya di medan tugas.

Selain itu, pada tahun 2015-2016 ia dipercaya menjadi ajudan Presiden Joko Widodo. Posisi tersebut menempatkannya di lingkaran keamanan nasional tingkat tertinggi serta memberikan pengalaman berharga dalam koordinasi antar-lembaga negara.

Darah militer mengalir kuat dalam dirinya. Ia merupakan putra dari Bom Soerjanto, Brigadir Jenderal TNI (Purn) yang juga pernah mengemban tugas sebagai diplomat Indonesia.

Menariknya, Letjen Fadjar juga dikenal sebagai saudara kandung dari Krishna Murti, seorang perwira tinggi Polri. Kehadiran dua tokoh bersaudara di jajaran pimpinan TNI dan Polri sering dipandang sebagai simbol kuatnya sinergi antara dua institusi penjaga keamanan negara.

Sebelum dipercaya memimpin Kostrad, Letjen Fadjar telah menapaki berbagai jabatan strategis. Ia pernah menjabat sebagai Komandan Korem 031/Wira Bima, Pangdam III/Siliwangi, hingga Dankodiklat TNI.

Kini, sebagai Pangkostrad, ia memimpin Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat, salah satu kekuatan utama TNI Angkatan Darat yang dikenal sebagai pasukan pemukul strategis.

Dengan kombinasi pengalaman tempur, kemampuan intelijen, serta wawasan strategis global, Letjen Mohammad Fadjar diharapkan mampu membawa Kostrad menjadi kekuatan militer yang tidak hanya tangguh di medan tempur, tetapi juga cerdas dalam menghadapi ancaman modern seperti perang asimetris dan siber. (Abucek)

Sumber: Dispenad

Exit mobile version