Peresmian SMAN 11 Kota Tasikmalaya: Ketua PR PMII Rayon FKIP Unsil Soroti Akses Jalan Rusak
Tasikmalaya, KabarSakti.com – Selain peresmian SMAN 11 Kota Tasikmalaya, terdapat permasalahan serius yang tidak dapat dianggap sepele, yaitu kondisi jalan yang rusak, berlubang, dan becek. Hal ini tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga menghambat mobilitas siswa dan guru.
Ketua PR PMII Rayon FKIP Universitas Siliwangi, Agung Nopansah, memberikan pernyataan resmi di hadapan awak media pada Jumat, 13 Februari 2026. Ia menegaskan bahwa kondisi akses jalan yang buruk menuju SMAN 11 bukan hanya persoalan teknis infrastruktur, melainkan juga menyangkut masalah hukum dan tanggung jawab pemerintah.
“Maka dari itu, kami mempertanyakan keberadaan dan peran dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) serta Dinas Pendidikan. Secara yuridis, berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, urusan pekerjaan umum dan pendidikan adalah dua bidang yang wajib dilayani oleh pemerintah,” ujar Agung.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa perbaikan akses jalan menuju SMAN 11 bukanlah sekadar pilihan kebijakan, melainkan merupakan kewajiban konstitusional dan administratif. Meskipun SMAN 11 baru saja diresmikan, kondisi akses jalan yang buruk harus segera diperbaiki, karena akan menjadi hambatan nyata terhadap mutu dan pemerataan pendidikan.
“Dengan demikian, kami dari PMII Rayon FKIP mendesak Pemerintah Kota dan Provinsi untuk segera mengambil langkah konkret dan terukur dalam memperbaiki akses jalan menuju SMAN 11,” imbuh Agung.
Keterlambatan dalam penanganan ini berpotensi melanggar prinsip pelayanan publik yang baik dan mengabaikan hak dasar warga negara.
“Kami akan terus mengawal isu ini sebagai bentuk partisipasi publik yang dijamin dalam Pasal 28C ayat (2) UUD 1945, yang memberikan hak kepada setiap orang untuk memperjuangkan haknya secara kolektif demi pembangunan masyarakat, bangsa, dan negara,” ungkapnya kepada Kabar Sakti.
“Akses jalan yang layak adalah bagian dari pemenuhan hak konstitusional. Pendidikan yang berkualitas harus didukung oleh infrastruktur yang aman dan memadai. Negara tidak boleh abai,” pungkasnya. (Abucek)
