Tanam Harapan: Kolaborasi Hijau ke 55 Mahasiswa Garut di Gunung Congkrang
Garut, KabarSakti.com – Dalam rangka Hari Gerakan Satu Juta Pohon Sedunia, generasi muda Garut mengambil langkah nyata untuk menjaga keberlanjutan lingkungan. Melalui Kolaborasi Hijau ke-55, ratusan mahasiswa dari 12 perguruan tinggi di Garut melaksanakan aksi penanaman dan pemeliharaan pohon di kawasan Gunung Congkrang, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut pada Sabtu 10 Januari 2026.
Kegiatan ini diinisiasi oleh Jabar Zilenial Kabupaten Garut dan Paguyuban Kolaborasi Hijau Garut dengan tema “Tanam Kontribusi: Gunung Congkrang Muda Menanam untuk Masa Depan”. Aksi ini menegaskan pentingnya keterlibatan lintas komunitas dan kampus dalam menangani isu lingkungan.
Berbagai komunitas mahasiswa, termasuk Gigabyte Telkom, Pamagar Polban, Hidobulgar Polman, dan lainnya, turut serta sebagai mitra inisiator. Kolaborasi ini mencerminkan kuatnya jaringan mahasiswa Garut dalam mendukung pelestarian lingkungan di tanah kelahiran mereka.
Dalam kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya menanam ratusan pohon, tetapi juga terlibat dalam pemeliharaan, seperti membersihkan rumput liar di sekitar tanaman yang telah tumbuh. Ini menunjukkan bahwa keberhasilan penghijauan bergantung pada perawatan berkelanjutan.
Gunung Congkrang terletak di HGU PTPN I Regional II Kebun Cisaruni, Kampung Ciarileu, Desa Mekarjaya, Kecamatan Cikajang. Kawasan ini menjadi bukti bahwa generasi muda Garut berkomitmen untuk berkontribusi secara aktif dalam perubahan lingkungan.
Acara ini dihadiri oleh Forkopimcam Cikajang, termasuk Camat Riyana Tasripin dan Kapolsek AKP Patri Arsono, serta tokoh masyarakat dan kepala desa sekitar.
Ketua Paguyuban Kolaborasi Hijau Garut menyatakan bahwa gerakan ini merupakan investasi jangka panjang untuk ekologi. “Menanam pohon adalah tanggung jawab moral kita untuk menjaga alam bagi generasi mendatang,” ujarnya.
Kapolsek Cikajang menilai kegiatan ini sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kesadaran ekologis di kalangan generasi muda. Ia merayu mahasiswa untuk menyadari perubahan yang terjadi pada lingkungan dan mengambil bagian dalam penghijauan.
Ia juga mengenalkan konsep tiga nilai dari aktivitas menanam pohon: Kenikmatan, Kebahagiaan, dan Kebanggaan.
Ketua Paguyuban Kolaborasi Hijau Garut, H. Jaeni, menekankan bahwa menanam pohon adalah usaha lintas generasi. “Alam tidak bisa diwariskan dalam keadaan rusak,” tegasnya.
Melalui Kolaborasi Hijau ke-55, Gunung Congkrang bukan hanya menjadi lokasi penghijauan, tetapi juga ruang belajar ekologis terbuka, tempat mahasiswa Garut menanam kontribusi dan harapan untuk masa depan yang lebih berkelanjutan.
Ketua Harian Paguyuban Indriya Lugina Cisurupan pun menyampaikan dukungannya terhadap kolaborasi lintas wilayah ini. “Lingkungan tidak mengenal batas administratif. Hutan yang dijaga akan memberikan manfaat luas, jadi kolaborasi harus terus diperkuat,” paparnya.
Dengan langkah ini, para mahasiswa Garut menegaskan bahwa perubahan ekologi dimulai dari keberanian untuk bertindak, merawat bumi, dan berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan. (Abucek)

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.