Pengaspalan di Desa Margalaksana Terbengkalai, Menghentikan Harapan Masyarakat: Apa yang Terjadi?
Tasikmalaya, KabarSakti.com – Proyek pengaspalan jalan Anggaran Banprov Tahun 2025 di Desa Margalaksana saat ini terhenti dan ditinggalkan oleh pihak pemborong. Akibatnya, material yang telah ditumpahkan malah dikeruk kembali oleh warga, karena banyak pengendara sepeda motor yang mengalami kecelakaan akibat material berserakan.
Menurut informasi yang diterima redaksi Kabar Sakti, pada Jumat 9 Januari 2026, jalan di Desa Margalaksana, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya, yang menghubungkan Desa Cilolohan di Kecamatan Tanjungjaya, tepatnya di Kampung Sindangasih, merupakan program prioritas Pemdes Margalaksana yang telah disepakati dalam RAPBDes tahun 2024, dengan sumber anggaran dari Banprov tahun 2025.
Namun, pelaksanaan tidak sejalan dengan perencanaan. Sejak awal bulan November 2025, dana Banprov tersebut telah masuk ke rekening pemerintah desa, dan warga masyarakat pun terus menunggu realisasi pengaspalan jalan yang dijanjikan.
Setelah dua bulan tanpa kabar, pada 23 Desember 2025, para ketua RT dan BPD mendatangi Pemdes untuk menanyakan berbagai permasalahan yang tidak direalisasikan, termasuk kapan pengaspalan jalan akan dilaksanakan.
Sayangnya, tidak ada jawaban yang memuaskan. Pada 25 Desember 2025, dilakukan Musdessus di kantor desa Margalaksana, dan Kades Jj mengakui bahwa alokasi dana tersebut telah habis. Bahkan, pada 30 Desember 2025, Pemdes mengadakan RAPBDes tahun 2026 dengan jawaban serupa dari Kades Jj.
Namun, Kades Jj pada 31 Desember 2025 menyatakan siap melaksanakan pekerjaan pengaspalan. Sumber dana yang digunakan untuk pelaksanaan ini pun tidak jelas. Material dan alat berat sudah tersedia di lokasi, tetapi hanya digunakan untuk mengerjakan jalan Sukasirna dengan tergesa-gesa, dan diduga dikerjakan asal-asalan. Kemudian, alat berat dialihkan ke Jalan Sindangasih.
Ironisnya, setelah beberapa hari, pekerjaan tidak kunjung dilanjutkan, dengan hanya material koral yang berserakan. Banyak pengguna jalan yang jatuh akibat hal ini. Warga sekitar, yang minta identitasnya dirahasiakan, menyatakan bahwa pemborong juga berencana untuk membawa pulang peralatan dan aspal karena tidak ada kejelasan mengenai pekerjaan tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi dari pihak Kesra, Sekdes, maupun Bendahara Desa Margalaksana. Masyarakat meminta tim monitoring dan evaluasi untuk meninjau permasalahan yang terjadi di desa Margalaksana. (Red)

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.