Menarik! Film Drama Sosial Indonesia: Menang untuk Kalah
Bandung, KabarSakti.com, – Film drama sosial yang berjudul “Menang untuk Kalah” menjadi sorotan terbaru di dunia perfilman Indonesia, dengan mengangkat kisah nyata tentang terjeratannya judi online (judol) serta pinjaman online ilegal (pinjol) yang marak merajalela di kalangan masyarakat luas.
Disutradarai oleh Hastobroto, film ini rencananya akan tayang pertama kali di Bandung, Jawa Barat, pada bulan Maret – Agustus 2026, tepat setelah proses syutingnya rampung Pengambilan gambar sepenuhnya dilakukan di berbagai lokasi ikonik Bandung, mulai dari kawasan pemukiman padat hingga pusat kota yang ramai, mencerminkan realitas kehidupan sehari-hari warga atau masyarakat yang terdampak masalah finansial.
Cerita film berpusat pada Bima, seorang kepala keluarga biasa yang dimainkan apik oleh Surya Saputra.
Awalnya, Bima memiliki niat tulus membahagiakan istri dan anak-anaknya, Dewi (Lulu Tobing), dengan memperbaiki kondisi ekonomi rumah tangga yang morat-marit.
Namun, godaan jalan pintas membawanya ke jurang kehancuran, mulai dari kemenangan kecil di judi online yang tampak menggiurkan, hingga terperosok dalam lingkaran utang pinjol dengan bunga gila-gilaan dan teror penagih.
Konflik memuncak saat tekanan emosional memicu pertengkaran hebat di keluarga, di mana Bima harus menghadapi kenyataan pahit bahwa “menang” sementara justru membawa “kalah” total – kehilangan kepercayaan keluarga, martabat diri, hingga ancaman kekerasan fisik dari debt collector.
Jajaran pemeran utama turut memperkaya narasi dengan penampilan autentik Ajil Ditto dan Putri Ziani menghidupkan peran pendukung yang mendalam.
Sementara Tike Priatnakusuma serta Sandri Karamoy menambah nuansa emosional dari sudut pandang masyarakat sekitar.
Komedian Beddu membawa sentuhan humor gelap sebagai figuran yang ironis, dan aktris senior Yessy Gusman tampil prima sebagai tokoh bijak yang memberikan pesan moral.
Menurut sutradara, Hastobroto sengaja memilih Bandung sebagai latar untuk menekankan isu lokal, di mana kasus judol dan pinjol dilaporkan meningkat sepanjang 2025 menurut data OJK Jawa Barat.
“Pesan moral film ini tegas, jalan pintas seperti judi dan pinjol ilegal bukan solusi, melainkan jebakan yang menghancurkan,” ujar Hastobroto dalam keterangan resminya di Bandung.
“Kami ingin film ini jadi pengingat bagi masyarakat, terutama keluarga muda di kota seperti Bandung, khususnya dan masyarakat di indonesia pada umumnya, bahwa usaha keras dan literasi finansial adalah kunci sejati, pasca-syuting,” tutur Hasto Broto, kepada Kabar Sakti, pada Selasa, 13 Januari 2026.
“Menang untuk Kalah dijadwalkan tayang luas di bioskop nasional pada Maret 2026, di tengah harapan menjadi trigger diskusi publik soal bahaya judol yang kini menjerat jutaan orang,” tutup sang Produser.
Premier Menang untuk Kalah akan digelar meriah di salah satu bioskop pusat kota, disambut antusiasme penonton yang mayoritas warga lokal. Film ini bukan sekadar hiburan, tapi cermin nyata jeratan judi online dan pinjol yang menghantui ribuan bahkan jutaan keluarga di Indonesia.
Pewarta: Dr4
Editor: Abucek
