Bandung, KabarSakti.com – Pengaspalan jalan, sebagai kegiatan infrastruktur yang krusial, sering menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait dengan standar kualitas yang diterapkan oleh kontraktor. Banyak kasus menunjukkan bahwa kesalahan dalam proses pengaspalan dapat menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat dan pemerintah.

Di wilayah ini, beberapa kontraktor masih melakukan kesalahan yang dapat membahayakan keberlanjutan proyek pengaspalan. Di antara kesalahan tersebut adalah pemilihan material yang buruk, proses pengerjaan yang ceroboh, dan kurangnya pengawasan serta kontrol kualitas.

Dampak dari kesalahan-kesalahan ini terlihat jelas: kualitas jalan yang dihasilkan sering kali buruk, dengan permukaan yang tidak rata, cepat rusaknya aspal, dan sistem drainase yang tidak efektif.

Murfito Adi, yang akrab disapa Bang Fito, sebagai pemerhati publik, menekankan pentingnya peningkatan standar dan pengawasan terhadap kontraktor.

“Kesalahan dalam proyek pengaspalan tidak hanya merugikan anggaran, tetapi juga mengganggu mobilitas masyarakat. Kita perlu menuntut pertanggungjawaban dari kontraktor dan memastikan mereka mengikuti standar yang telah ditetapkan,” ungkap Bang Fito, pada Selasa 25 November 2025.

Ia juga menyoroti perlunya kolaborasi antara pemerintah, kontraktor, dan masyarakat untuk meningkatkan kualitas infrastruktur.

“Transparansi dan partisipasi masyarakat dalam pengawasan proyek harus diperkuat. Hanya dengan cara itu kita dapat memastikan bahwa jalan yang dibangun memenuhi kebutuhan masyarakat dan bertahan lama,” tambahnya.

Kesalahan dalam pengaspalan jalan harus menjadi perhatian serius agar kualitas infrastruktur di wilayah ini dapat ditingkatkan serta menghindari kerugian yang lebih besar di masa depan.

Bang Fito berharap pemerintah dapat mengambil langkah tegas untuk menertibkan dan meningkatkan kinerja kontraktor demi kesejahteraan masyarakat. (Abucek)