Tasikmalaya, KabarSakti.com – Rapat Koordinasi (Rakor) regulasi KDMP dan MBG yang diselenggarakan oleh Forkopimcam Karangnunggal di Aula eks UPTD Pendidikan pada Rabu, 5 November 2025, menarik perhatian salah satu tokoh masyarakat, Redi Slamet, S.IP.

Redi menyoriti peran Badan Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Karangnunggal yang dinilai kurang maksimal dalam mengoptimalkan potensi pertanian apalagi peternakan di wilayah.

Menurut Redi, beberapa cara untuk meningkatkan dampak BPP adalah:

1. Penyuluhan Aktif: BPP perlu lebih proaktif dalam memberikan penyuluhan kepada petani, terutama di bidang pertanian dan peternakan.

2. Fokus pada Kualitas dan Kuantitas: Memberikan pelatihan dan penyuluhan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen, seperti sayur mayur dan peternakan ayam.

3. Fasilitasi Kebutuhan Lokal: Mengarahkan penyuluhan agar petani dapat memenuhi kebutuhan bahan baku lokal, terutama untuk dapur MBG, sehingga meningkatkan keterkaitan antara petani dan industri lokal.

4. Motivasi Petani: Memotivasi para petani untuk lebih bersemangat dalam mengelola usaha pertanian mereka, termasuk memberikan contoh praktik terbaik.

Dengan langkah-langkah tersebut, Redi percaya bahwa BPP dapat berperan lebih efektif dalam mendukung sektor pertanian dan peternakan di Kecamatan Karangnunggal.

“Bayangkan jika petani sayur mayur diberikan penyuluhan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen mereka. Terlebih dalam peternakan ayam, yang bisa difasilitasi untuk memenuhi kebutuhan bahan baku dapur MBG,” ungkap Redi kepada Kabar Sakti.

Namun, hingga saat ini, belum ada tindakan nyata yang menunjukkan peran BPP di bidang ini, yang menjadi catatan penting bagi masyarakat Kecamatan Karangnunggal.

“BPP harus menjadi motor penggerak dalam memberikan penyuluhan dan memotivasi para petani. Tolong mainkan peran sesuai bidangnya,” tandas Redi. (Abucek)