Forkopimcam Cipatujah Gelar Upacara Peringatan Hari Pahlawan Nasional 2025
Tasikmalaya, KabarSakti.com – Sekmat Cipatujah, Jatnika Setiawan mewakili Camat Cipatujah, Zhalkaf Drasma, S.IP., bertindak selaku Irup pimpin upacara bendera untuk memperingati Hari Pahlawan Nasional ke 80, pada Senin 10 November 2025, di halaman kantor kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Upacara dengan Danup, Sertu Kasmo dari Koramil 1225/Cipatujah dihadiri Forkopimcam beserta seluruh jajaran, kepala desa, dan elemen masyarakat.
Hari Pahlawan diperingati setiap tahun sebagai bentuk penghormatan kepada para pejuang yang telah gugur demi kemerdekaan. Sejak ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959, tanggal 10 November menjadi hari yang bersejarah bagi seluruh bangsa Indonesia. Pada tanggal ini, masyarakat bergerak bersatu melawan penjajahan, menciptakan momentum yang tidak terlupakan.
Dalam amanatnya, Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf, yang dibacakan oleh Inspektur upacara menyampaikan “Assalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh, Salam sejahtera untuk kita semua, Om Swastiastu,
Namo Buddhaya, Salam Kebajikan..
Saudara-saudara sebangsa dan setanah air, Hari ini, di bawah langit Indonesia yang merdeka, kita menundukkan kepala penuh hormat mengenang para pahlawan bangsa. Mereka bukan sekadar nama yang terukir di batu nisan, melainkan cahaya yang menerangi jalan kita hingga hari ini.
Dari Surabaya hingga Banda Aceh, dari Ambarawa hingga Biak, mereka berjuang bukan demi dirinya sendiri, tetapi demi masa depan bangsa yang bahkan belum mereka kenal, yaitu kita semua yang Para Pahlawan mengajarkan kepada kita bahwa kemerdekaan tidak jatuh dari langit.
Kemerdekaan lahir dari kesabaran, keberanian, kejujuran, kebersamaan, dan keikhlasan. Karenanya, ada tiga hal yang dapat kita teladani dari para pahlawan
bangsa:
PERTAMA, KESABARAN PARA PAHLAWAN: Mereka sabar menempuh ilmu, sabar menyusun strategi, sabar menunggu momentum, dan sabar membangun kebersamaan di tengah segala keterbatasan. Mereka tetap bersabar meski menghadapi perbedaan pandangan dan jalan perjuangan. Dari kesabaran itulah lahir kemenangan, karena mereka tahu bahwa kemerdekaan tidak diraih dengan tergesa-gesa, tetapi ditempa oleh waktu dan keikhlasan.
KEDUA, SEMANGAT UNTUK MENGUTAMAKAN KEPENTINGAN
BANGSA DI ATAS SEGALANYA: Setelah kemerdekaan diraih, para pahlawan tidak berebut jabatan, tidak menuntut balasan, tidak mengincar apa yang ditinggalkan penjajah. Mereka justru kembali ke rakyat, mengajar, membangun, menanam, dan melanjutkan pengabdian. Di situlah letak kehormatan sejati: bukan pada posisi yang dimiliki, tetapi pada manfaat yang ditinggalkan.
KETIGA, PANDANGAN JAUH KE DEPAN: Para pahlawan berjuang untuk generasi yang akan datang, untuk kemakmuran bangsa yang mereka cintai. Dan menjadikan perjuangan ini sebagai bagian dari ibadah, darah dan air mata mereka adalah doa yang tak pernah padam. Menyerah berarti meninggalkan amanah kemanusiaan.
Ini adalah modal besar bagi generasi kita saat ini. Semangat perjuangan yang pantang menyerah, adalah kekuatan bagi kita dan generasi mendatang untuk meneruskan cita-cita para pahlawan yang selama ini telah ditunaikan.
Saudara-saudara sebangsa dan setanah air, Di masa kini, perjuangan tidak lagi dengan bambu runcing, melainkan dengan ilmu, empati, dan pengabdian. Namun semangatnya tetap sama; membela yang lemah,
memperjuangkan keadilan, dan memastikan tidak ada satu pun anak bangsa yang tertinggal dari arus kemajuan.
Inilah semangat yang terus dihidupkan melalui Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, mulai dari memperkuat ketahanan nasional, memajukan pendidikan, menegakkan keadilan sosial, hingga membangun manusia Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya.
Hari ini, mari kita bersyukur dan berjanji: bahwa kemerdekaan ini tidak akan sia-sia. Kita akan melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan cara kita, bekerja lebih keras, berpikir lebih jernih, dan melayani lebih tulus. Sebagaimana para pahlawan telah memberikan segalanya untuk Indonesia, maka kini giliran kita menjaga agar api perjuangan itu tidak pernah padam. Dengan bekerja, bergerak dan berdampak. “PAHLAWANKU TELADANKU, TERUS BERGERAK, MELANJUTKAN PERJUANGAN.”
Upacara ini juga merupakan kesempatan penting untuk menanamkan nilai-nilai perjuangan, nasionalisme, dan pengabdian kepada tanah air. Dengan pelaksanaan upacara yang khidmat di halaman kantor kecamatan, diharapkan seluruh peserta dapat merasakan makna dari perjuangan yang telah dilakukan oleh para pahlawan. (Abucek)
