Kabarsakti.com

“Bang Jago” Oknum Kades Mekarmukti Kini Tampil Tidak Segarang Saat di GOR yang Berkoar Lantang

Ciamis, KabarSakti.com – Asep Ari, yang dikenal sebagai “Bang Jago” dan merupakan oknum Kepala Desa Mekarmukti, Kecamatan Cisaga, Kabupaten Ciamis, mengeluarkan klarifikasi resmi dan permohonan maaf melalui video pada Minggu, 23 November 2025. Langkah ini diambil dengan alasan untuk meluruskan kesalahpahaman publik setelah pernyataannya yang viral memicu reaksi dari berbagai kalangan, termasuk insan media.

Dalam video berdurasi 7 menit, 31 detik tersebut, Asep menegaskan bahwa ucapannya tidak ditujukan kepada semua wartawan, melainkan hanya kepada oknum tertentu yang mengatasnamakan jurnalis namun berperilaku meresahkan.

“Disini saya ingin memberikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf terkait viralnya video saya yang menimbulkan salah tafsir mengenai maksud dan sikap saya,” ujarnya.

Asep menjelaskan bahwa konteks ucapannya merupakan bentuk keberanian menghadapi oknum yang menggunakan nama wartawan untuk kepentingan pribadi yang tidak benar. Ia mengekspresikan rasa hormatnya terhadap profesi wartawan yang mematuhi kode etik dan menjalankan tugas secara profesional.

“Sejak awal, tidak ada niat saya untuk menyinggung, menantang, atau merendahkan profesi wartawan dan media. Saya sangat menghargai tugas-tugas jurnalistik yang dijalankan dengan etis,” tambahnya.

Asep juga menegaskan bahwa hubungan komunikasi antara dirinya dan awak media selama ini berjalan baik dan terbuka. Di akhir klarifikasinya, ia meminta maaf kepada seluruh insan pers yang mungkin merasa terganggu oleh pernyataannya yang viral.

“Saya berharap klarifikasi ini dapat meluruskan persepsi publik dan mengakhiri kesalahpahaman yang terlanjur berkembang,” tutupnya.

Menanggapi klarifikasi dan permohonan maaf melalui video, Ketua Dewan Pengawas Perkumpulan Jurnalis Kidul Ngahiji dari media Kabar Sakti, Abu mencatat bahwa pernyataan Asep Ari “Bang Jago” di GOR Desa Sadananya menunjukkan sifat arogan pejabat.

“Rekam jejak digital menunjukkan bahwa bahasa yang Bang Jago lontarkan sebelumnya jelas menunjukkan sikap negatif terhadap wartawan. Kita perlu mendalami lebih lanjut sepak terjang Bang Jago selama menjabat Kades,” pungkasnya.

Dalam peristiwa yang dipicu oleh pernyataan kontroversial Bang Jago, telah terjadi dampak yang sangat mencederai bagi insan pers Indonesia. Beberapa organisasi menyatakan niatnya untuk membawa kasus ini ke ranah hukum agar dapat memberikan efek jera. Langkah ini diharapkan dapat menjadi pembelajaran ke depan, sehingga insiden serupa tidak terulang. (Abucek)

Exit mobile version