Kabarsakti.com

Program RJIT Diduga Jadi Proyek Siluman di BBWS Citanduy

Tasikmalaya, KabarSakti.com – Program Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) yang digagas oleh Kementerian Pertanian (Kementan) bertujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan fungsi saluran irigasi tersier. Program ini penting untuk memastikan pasokan air yang lancar ke lahan pertanian, serta mendukung peningkatan produktivitas lahan dan ketahanan pangan nasional.

Untuk tahun 2025, program RJIT akan dilaksanakan di 29 titik, terdiri dari 3 titik di Banjar dan 26 titik di Tasikmalaya, dengan pagu anggaran awal sebesar 7 miliar rupiah, yang dikelola oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy, menurut sumber yang enggan disebutkan namanya, pada Rabu 22 Oktober 2025.

Sumber tersebut mengungkapkan bahwa semua proyek di Kecamatan Kawalu dan Mangkubumi tidak dilengkapi dengan papan proyek. “Kami tidak tahu mengenai jumlah anggaran, semuanya sudah diatur oleh BBWS Citanduy. Kami hanya menerima manfaat,” ungkapnya.

Mengenai anggaran, bahan bangunan, dan informasi lainnya, kelompok tani merasa tidak mendapatkan penjelasan yang memadai. Ketika ditanya tentang papan proyek kepada pengawas dan konsultan, mereka dijawab bahwa hanya ada satu papan proyek dari BBWS, sehingga semua informasi terpusat di sana.

Dari hasil investigasi tim Kabar Sakti di lapangan, di lokasi proyek seperti Cilamajang, Karang Anyar, Sambong Jaya, dan Cigantang, tidak ditemukan papan proyek dan kelompok tani pun tidak memiliki informasi yang jelas.

Sesuai dengan UU Keterbukaan Informasi Publik Nomor 14 Tahun 2008, setiap orang berhak memperoleh informasi dari badan publik. UU ini juga mewajibkan badan publik untuk menyediakan informasi dan memastikan transparansi serta akuntabilitas penyelenggara negara, sehingga publik dapat melakukan pengawasan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan apapun dari instansi terkait. (Red)

Exit mobile version