Viral Video Dangdutan Di Kantor Kemenag Kabupaten Tasikmalaya Saat Tahun Baru Islam, Warganet: Tidak Pantas
Tasikmalaya, KabarSakti.com – Sebuah video yang memperlihatkan suasana perayaan di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tasikmalaya mendadak viral di media sosial, khususnya TikTok, pada Jumat, 27 Juni 2025. Tayangan berdurasi 54 detik itu menampilkan sejumlah pegawai Kemenag tengah bernyanyi dengan iringan musik dangdut dan sorotan lampu kerlap-kerlip.
Sekilas, suasana tersebut tampak seperti hiburan biasa. Namun, yang menjadi sorotan tajam warganet adalah konteks acara tersebut, yakni dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1447 Hijriah.
Komentar pedas pun bermunculan dari masyarakat yang merasa perayaan dengan nuansa dangdutan di kantor instansi keagamaan tidak mencerminkan semangat reflektif dan religius dari pergantian tahun hijriah.
“Lucunya, menyambut tahun baru hijriah, pake dangdutan di kantor Kemenag. Asa haram jadah pisan,” ujar seorang pengguna TikTok dalam unggahan video tersebut.
Dalam video itu, seorang pria bahkan tampak menegur orang yang baru keluar dari ruangan kegiatan. “Atos teh acara dangdutan teh, cik atuh batur mah ngaji,” katanya, mengisyaratkan bahwa acara hiburan tersebut dianggap tak sepadan dengan momentum tahun baru Islam yang seharusnya diisi dengan muhasabah dan doa.
Kritik juga datang dari berbagai kalangan. Seorang pengguna media sosial berkomentar: “Waduh. Ketua panitia dan penanggung jawab acara kok izinkan hal demikian. Walaupun sekadar hiburan, tema dan tempatnya bisa menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.”
Pegiat sosial Dedi Supriadi menilai kegiatan tersebut tidak pantas dilakukan di lingkungan instansi pemerintah yang membawahi urusan keagamaan.
“Malu lihatnya. Entah bagaimana pikirannya ini panitia. Rasanya tidak relevan dan kurang pantas secara norma. Ada kaidah kepatutan yang harus dijaga,” kata Dedi.
Menurutnya, euforia tahun baru Islam tidak seharusnya diwujudkan dengan hiburan yang tidak mencerminkan nilai-nilai keislaman, apalagi di lingkungan Kemenag. Ia pun meminta agar ada tindakan tegas sebagai bentuk pembelajaran.
“Mohon ada sanksi agar ke depan para pegawai Kemenag bisa lebih bijak dan pandai dalam menjaga sikap,” tegasnya.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Kemenag Kabupaten Tasikmalaya terkait viralnya video ini. Publik menanti klarifikasi dan tindak lanjut dari pihak terkait. ***
